Lewati ke konten Lewati ke konten
Laporan Intelijen

5 Kesalahan Menggiring Bola yang Pemula Lakukan

Cara menggiring bola yang benar membutuhkan kontrol, keseimbangan, dan keputusan cepat, bukan sekadar berlari sambil menyentuh bola. Pemain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mampu membawa bol...

15 Oktober 2026 5 min read
5 Kesalahan Menggiring Bola yang Pemula Lakukan

5 Kesalahan Menggiring Bola yang Pemula Lakukan

Cara menggiring bola yang benar membutuhkan kontrol, keseimbangan, dan keputusan cepat, bukan sekadar berlari sambil menyentuh bola. Pemain seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mampu membawa bola karena menjaga jarak sentuhan, memindai ruang, serta memakai kaki bagian dalam, luar, dan punggung kaki sesuai situasi. Dalam latihan 20 menit, pemain pemula dapat membangun kontrol melalui 3 pola dasar: sentuhan pendek, perubahan arah, dan akselerasi. Prinsip FIFA dan IFAB menempatkan penguasaan bola sebagai dasar aksi menyerang, tetapi tidak ada teknik ajaib yang langsung membuat Anda melewati lawan. Mulailah dengan kecepatan rendah, gunakan kedua kaki, lalu naikkan tekanan secara bertahap. Rekam 10 percobaan dari depan untuk memeriksa postur, arah pandangan, dan jarak bola agar kesalahan tidak cuma terasa, tetapi juga terlihat.

Pelajari Lebih Lanjut

Pemain sepak bola pemula menggiring bola di lapangan rumput dengan kerucut latihan dan cahaya sore

Apakah Menggiring Bola Cepat Selalu Berarti Tekniknya Benar?

Tidak selalu. Menggiring bola yang benar berarti pemain mampu mempertahankan kontrol, melihat situasi, dan mengubah arah tanpa kehilangan keseimbangan. Kecepatan hanya menjadi keuntungan setelah sentuhan pertama dan jarak bola sudah konsisten, biasanya sekitar 30–80 sentimeter dari kaki saat ruang terbuka.

Banyak pemain pemula mengira dribel yang baik harus dilakukan secepat mungkin. Padahal, kecepatan tinggi justru membuat bola terlalu jauh dan memberi bek kesempatan melakukan tekel. Menurut FIFA Training Centre, kualitas dribel dipengaruhi oleh kemampuan pemain menggabungkan kontrol, perubahan ritme, gerak tubuh, dan pengambilan keputusan. Jadi, berlari kencang tanpa melihat ruang bukan teknik; itu lebih mirip mengejar bola sendiri, maaf saja.

Gunakan tiga tingkat sentuhan berikut saat berlatih:

  1. Sentuhan rapat: jarak bola 20–40 sentimeter ketika berada di area padat.
  2. Sentuhan sedang: jarak 40–80 sentimeter ketika bergerak melewati lawan.
  3. Sentuhan panjang: jarak 1–2 meter ketika ruang depan terbuka dan Anda siap berakselerasi.

Kaki tumpu juga penting. Saat menggiring dengan kaki kanan, kaki kiri harus membantu menjaga keseimbangan dan mengarahkan tubuh. Bahu sedikit rileks, lutut menekuk, dan pusat berat badan berada di tengah. panduan dasar kontrol bola untuk pemula dapat membantu Anda memahami sentuhan pertama sebelum masuk ke latihan dribel yang lebih sulit.

Bagaimana Cara Menggiring Bola Saat Ruang Sempit?

Di ruang sempit, gunakan sentuhan pendek dengan bagian dalam dan luar kaki secara bergantian. Jaga bola sekitar 20–40 sentimeter dari tubuh, tekuk lutut, dan arahkan badan menyamping agar Anda bisa melindungi bola dari tekanan lawan.

Dribel di ruang sempit berbeda dari membawa bola di sayap. Di area tengah, pemain harus memproses informasi lebih cepat karena lawan bisa datang dari depan, samping, atau belakang. Xavi Hernández dan Andrés Iniesta sering terlihat tidak berlari jauh, tetapi mereka memakai orientasi tubuh dan sentuhan kecil untuk keluar dari kepungan. Prinsip ini relevan bagi pemain amatir: jangan menunggu lawan mendekat sebelum memutuskan arah.

Latihan berikut cukup sederhana, tetapi jangan menyepelekannya:

  • Susun empat kerucut dengan jarak 1 meter.
  • Giring bola menggunakan kaki kanan selama 30 detik.
  • Ulangi dengan kaki kiri selama 30 detik.
  • Gunakan pola zig-zag, lalu tambahkan putaran badan.
  • Istirahat 45 detik dan lakukan 4–6 putaran.

Saat bola menempel terlalu jauh, kurangi tenaga sentuhan. Saat tubuh terlalu tegak, turunkan pusat gravitasi dengan menekuk lutut. The IFAB Laws of the Game menjelaskan bahwa pemain boleh menggunakan bagian tubuh yang sah untuk memainkan bola, tetapi tangan dan lengan bukan alat kontrol bagi pemain lapangan. Artinya, telapak kaki boleh dipakai untuk menghentikan bola, namun jangan sampai Anda berubah menjadi penjaga gawang dadakan.

Secara praktis, latihan ruang sempit sebaiknya dilakukan dengan dua ukuran bola. Gunakan bola ukuran 5 untuk situasi pertandingan dan bola ukuran 4 selama 5 menit sebagai beban koordinasi tambahan. Setelah kembali ke bola ukuran 5, sentuhan sering terasa lebih mudah. Ini bukan sulap, hanya tuntutan koordinasi yang sedikit lebih tinggi.

Ingin memperkuat kontrol bola dari situasi dasar? Mulailah dari latihan yang terukur, bukan dari gerakan pamer yang belum stabil.

Pelajari Lebih Lanjut

Bagaimana Menghadapi Bek yang Menutup Jalur Lari?

Hadapi bek dengan memperlambat langkah, memancing perpindahan berat badan, lalu lakukan perubahan arah menggunakan gerak bahu atau pinggul. Jangan langsung melakukan banyak gerakan; satu tipuan tubuh yang tajam sering lebih efektif daripada tiga gerakan beruntun.

Bek yang baik tidak hanya mengejar bola. Ia berusaha menutup jalur menuju gawang, memaksa Anda ke sisi lapangan, atau menunggu kesalahan sentuhan. Karena itu, pemain perlu membaca posisi kaki bek. Jika berat badan bek berada di kaki kanan, perubahan arah ke kiri biasanya lebih sulit diantisipasi, tetapi tetap bergantung pada jarak dan kecepatan situasi.

Gunakan urutan sederhana berikut:

  1. Dekati bek dengan kecepatan terkendali, bukan berlari penuh.
  2. Perhatikan jarak sekitar 1–1,5 meter sebelum melakukan tipuan.
  3. Turunkan bahu dan pusat gravitasi untuk membuat arah gerak tampak meyakinkan.
  4. Sentuh bola ke sisi berlawanan dari arah tipuan.
  5. Akselerasi selama 3–5 langkah setelah melewati bahu bek.

Gerakan seperti body feint, scissors, dan inside-out touch memang berguna, tetapi waktunya lebih penting daripada bentuknya. Neymar dikenal sering mengubah ritme sebelum melewati lawan, sementara Lionel Messi lebih sering memakai sentuhan kecil, perubahan sudut, dan akselerasi pendek. Jangan meniru jumlah gerakan mereka; tiru logikanya. Satu gerak harus punya tujuan.

Kesalahan yang jarang dibahas adalah melakukan tipuan dari jarak terlalu jauh. Jika Anda mulai menggoyangkan bahu pada jarak 3 meter, bek masih punya waktu untuk menyesuaikan posisi. Sebaliknya, pada jarak terlalu dekat, Anda tidak memiliki ruang untuk akselerasi. Dalam latihan, tandai zona mulai tipuan pada 1,2 meter dari kerucut atau lawan pasif. Setelah berhasil 8 dari 10 percobaan, baru tambahkan bek aktif.

Pemain sayap melakukan tipuan tubuh melewati bek latihan di lapangan kecil dengan kerucut kuning

Untuk penjelasan tambahan, Anda dapat melihat teknik mengecoh lawan satu lawan satu dan membandingkannya dengan pola gerak pemain profesional. Berita Sepak Bola juga membahas taktik tim, statistik pemain, dan persiapan turnamen 2026, sehingga latihan individu bisa dikaitkan dengan kebutuhan posisi di pertandingan nyata.

Apa yang Terjadi Jika Menggiring Bola dengan Kaki Dominan Saja?

Mengandalkan satu kaki membuat arah gerak mudah ditebak, memperlambat perubahan sisi, dan menyulitkan pemain saat menerima tekanan dari sudut tertentu. Kaki non-dominan tidak harus langsung sekuat kaki utama, tetapi harus cukup terampil untuk menerima, mengarahkan, dan melindungi bola.

Pemain kanan biasanya merasa nyaman menggunakan kaki kanan untuk semua tindakan. Masalahnya, lawan akan membaca pola itu. Jika Anda selalu memotong ke dalam dengan kaki kanan, bek dapat menutup jalur tersebut lebih awal. Sebaliknya, kemampuan memakai kaki kiri untuk satu sentuhan keluar sudah cukup membuka pilihan baru. Tidak perlu langsung menargetkan 100 sentuhan sempurna; target 60–70 persen akurat dalam latihan tekanan lebih masuk akal.

Cobalah pembagian latihan berikut selama 15 menit:

  • 5 menit: sentuhan bagian dalam kaki kiri dan kanan secara bergantian.
  • 3 menit: menggiring zig-zag hanya dengan kaki non-dominan.
  • 3 menit: menerima bola, memutar badan, lalu keluar menggunakan kaki non-dominan.
  • 2 menit: perubahan arah setelah aba-aba suara.
  • 2 menit: dribel bebas dengan batas maksimal dua sentuhan per meter.

Metode ini melatih hubungan antara mata, otak, dan kaki. Menurut Football Association, keterampilan teknis sebaiknya dikembangkan melalui pengulangan dalam konteks permainan, bukan hanya gerakan tanpa tekanan. Karena itu, setelah melakukan latihan kerucut, mintalah teman memberi tekanan ringan selama 30 detik. Jika kontrol langsung runtuh, berarti teknik Anda belum siap dipakai dalam pertandingan.

Ada satu temuan praktis yang sering terlewat: pemain yang hanya melatih kaki dominan biasanya lebih cepat terlihat mahir dalam minggu pertama, tetapi perkembangannya melambat pada minggu ketiga. Latihan dua kaki terasa lebih lambat pada awalnya, namun menciptakan lebih banyak opsi saat menerima bola. Kemajuan memang tidak selalu tampil menarik di video, sayangnya.

Di Mana Kesalahan Menggiring Bola Paling Sering Terjadi?

Kesalahan paling umum muncul saat pemain melihat bola terlalu lama, menyentuhnya terlalu keras, berdiri tegak, atau menggiring tanpa tujuan. Dribel yang baik harus menghubungkan tiga hal: posisi bola, lokasi lawan, dan ruang berikutnya yang ingin dicapai.

Menggiring bola sambil menundukkan kepala memang membuat bola terlihat aman, tetapi Anda kehilangan informasi penting. Bek, rekan setim, dan ruang kosong bergerak setiap detik. Terapkan pola pandangan “bola–ruang–bola”: lihat bola ketika melakukan sentuhan, angkat kepala untuk memindai ruang, lalu kembali melihat bola sebelum sentuhan berikutnya. Pemain berpengalaman dapat melakukan ini dalam interval singkat, tetapi pemula perlu melatihnya secara sadar.

Kesalahan teknis yang perlu diperiksa adalah:

  • Bola berada lebih dari 1 meter saat lawan berada dekat.
  • Badan menghadap lurus sehingga sulit melakukan perubahan arah.
  • Kaki tumpu terlalu jauh dari bola.
  • Sentuhan selalu menggunakan bagian kaki yang sama.
  • Pemain terus menggiring meskipun umpan lebih aman.
  • Akselerasi dilakukan sebelum bola berada di sisi yang tepat.

The IFAB menyatakan, “The player in possession of the ball has the right to be challenged by an opponent.” Prinsip itu berarti kontak dan perebutan bola merupakan bagian normal permainan, bukan alasan untuk panik setiap kali lawan mendekat. Namun, melindungi bola tetap harus dilakukan secara legal: gunakan tubuh sebagai penghalang, bukan mendorong dengan tangan atau menarik baju.

Rekam latihan dari dua sudut, yaitu depan dan samping. Dari depan, Anda bisa melihat apakah bola terlalu jauh dari tubuh. Dari samping, Anda dapat menilai postur dan waktu akselerasi. Setelah 10 percobaan, catat berapa kali kehilangan bola, berapa kali berhasil melewati kerucut, dan berapa kali kepala terangkat sebelum sentuhan. Angka sederhana ini jauh lebih berguna daripada perasaan “kayaknya sudah jago”.

daftar kesalahan teknik sepak bola yang sering dilakukan pemula layak dibaca sebelum menaikkan tingkat kesulitan latihan.

Haruskah Anda Berlatih Menggiring Bola Hari Ini?

Ya, tetapi latihan harus singkat, terarah, dan dimulai dari kontrol dasar. Sesi 20–30 menit, dilakukan 3 kali seminggu, cukup untuk membangun sentuhan, perubahan arah, dan akselerasi jika setiap sesi memiliki target yang dapat diukur.

Jangan langsung berlatih selama dua jam lalu berhenti selama dua minggu. Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang. Dalam satu sesi, gunakan urutan berikut agar tubuh tidak terburu-buru masuk ke gerakan sulit:

  1. Pemanasan 5 menit: jogging ringan, gerak menyamping, dan putaran sendi.
  2. Kontrol 7 menit: sentuhan dalam, luar, dan telapak kaki.
  3. Perubahan arah 8 menit: zig-zag, putaran, serta body feint.
  4. Tekanan 5 menit: lawan pasif atau teman yang membatasi ruang.
  5. Evaluasi 3 menit: catat kehilangan bola dan keberhasilan melewati rintangan.

Pemain berusia muda sebaiknya memakai ruang lebih luas dan tekanan lebih rendah. Pemain dewasa yang sudah terbiasa dapat mengurangi jarak kerucut, menambah lawan, atau memakai batas waktu. Bola ukuran 5 umumnya digunakan dalam pertandingan sepak bola dewasa, sedangkan bola ukuran 4 dapat membantu latihan koordinasi untuk kelompok usia tertentu sesuai aturan kompetisi lokal dan PSSI.

Gunakan indikator berikut untuk menilai kemajuan setelah empat minggu:

  • Kehilangan bola berkurang minimal 20 persen.
  • Kepala terangkat sebelum sentuhan setidaknya 6 dari 10 percobaan.
  • Kaki non-dominan mampu menyelesaikan 7 dari 10 perubahan arah.
  • Akselerasi setelah tipuan berlangsung tanpa bola menjauh lebih dari 1 meter.
  • Keputusan umpan atau dribel dibuat dalam waktu kurang dari 3 detik.

Klaim bahwa latihan trik saja akan membuat Anda menjadi dribbler hebat tidak didukung logika permainan. Dalam pertandingan, keberhasilan dribel juga dipengaruhi posisi rekan, jarak bek, stamina, dan keputusan setelah melewati lawan. Berita Sepak Bola dapat menjadi rujukan untuk mempelajari bagaimana Lionel Messi, Vinícius Júnior, dan pemain sayap lain memilih momen dribel, bukan sekadar menyalin gerakan mereka.

Pemain sepak bola mencatat hasil latihan dribel di pinggir lapangan setelah sesi sore yang intensif

Jadi, mulai hari ini dengan satu bola, empat kerucut, dan target yang jelas. Kalau Anda masih kehilangan bola setiap tiga langkah, tidak apa-apa—yang penting jangan menyalahkan rumput dulu.

Ingin menyusun latihan yang lebih konsisten untuk posisi dan kemampuan Anda? Gunakan prinsip dasar di atas, lalu naikkan tekanan sedikit demi sedikit.

Pelajari Lebih Lanjut

Pertanyaan yang Sering Diajukan

T: Apa yang dimaksud dengan cara menggiring bola yang benar?

J: Cara menggiring bola yang benar adalah membawa bola dengan sentuhan terkontrol sambil menjaga keseimbangan, melihat ruang, dan menyesuaikan arah terhadap lawan. Jarak bola biasanya sekitar 20–40 sentimeter di area sempit dan dapat melebar hingga 1–2 meter di ruang terbuka. Teknik ini melibatkan kaki bagian dalam, luar, telapak, dan punggung kaki sesuai kebutuhan permainan.

T: Bagaimana cara belajar menggiring bola untuk pemula?

J: Pemula sebaiknya memulai dengan latihan sentuhan pendek selama 10–15 menit, tiga kali seminggu. Gunakan empat kerucut berjarak 1 meter, lakukan zig-zag dengan kedua kaki, lalu tambahkan perubahan kecepatan. Setelah kontrol stabil, masukkan latihan dengan lawan pasif dan target keberhasilan 7 dari 10 percobaan.

T: Apa perbedaan menggiring bola di ruang sempit dan ruang terbuka?

J: Ruang sempit membutuhkan sentuhan pendek dan perlindungan tubuh, sedangkan ruang terbuka memungkinkan sentuhan lebih panjang serta akselerasi. Di antara kerumunan pemain, jaga bola sekitar 20–40 sentimeter dari kaki. Di area sayap yang kosong, jarak 1–2 meter dapat dipakai selama Anda tetap mampu mengejar bola dan memindai situasi.

T: Mengapa bola sering lepas saat saya menggiring?

J: Bola biasanya lepas karena sentuhan terlalu keras, postur terlalu tegak, pandangan hanya tertuju pada bola, atau jarak sentuhan tidak sesuai ruang. Kurangi kecepatan, tekuk lutut, dan lakukan latihan dengan batas satu sentuhan setiap 30–40 sentimeter. Rekam latihan dari samping agar Anda dapat melihat kapan bola mulai menjauh.

T: Apakah menggiring bola dengan kaki kiri wajib bagi pemain berkaki kanan?

J: Ya, pemain berkaki kanan tetap perlu melatih kaki kiri agar arah geraknya tidak mudah ditebak. Kaki non-dominan setidaknya harus mampu menerima bola, mengubah arah, dan melakukan satu atau dua sentuhan aman. Latih kaki kiri selama 5–10 menit setiap sesi, lalu gunakan dalam latihan zig-zag dan tekanan ringan.

T: Berapa lama latihan menggiring bola yang ideal?

J: Sesi 20–30 menit sebanyak tiga kali seminggu sudah cukup untuk membangun kemampuan dasar secara konsisten. Bagilah waktu menjadi pemanasan, kontrol, perubahan arah, latihan tekanan, dan evaluasi. Pemain yang sudah berpengalaman dapat menambah durasi hingga 45 menit, tetapi kualitas sentuhan tetap lebih penting daripada jumlah menit.

T: Apakah banyak trik membuat dribel menjadi lebih efektif?

J: Tidak, banyak trik tidak otomatis membuat dribel lebih efektif karena waktu, ruang, dan perubahan ritme lebih menentukan. Kuasai dua atau tiga gerakan seperti body feint, perubahan arah, dan akselerasi sebelum menambah variasi. Dalam pertandingan, satu tipuan yang tepat waktu biasanya lebih berguna daripada rangkaian gerakan yang membuat bola kehilangan arah.

Pelajari pola latihan, evaluasi hasilnya, dan sesuaikan tingkat kesulitan secara bertahap agar kemampuan menggiring bola benar-benar terbawa ke pertandingan.

Pelajari Lebih Lanjut

Berita Sepak Bola · Intelligence Feed · Protocol v1.0

Artikel Terkait